BAB IV PERUBAHAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN DAN TUMBUHNYA SEMANGAT KEBANGSAAN

Kedatangan Bangsa-bangsa Barat ke Indonesia

Keragaman kekayaan yang di miliki bangsa Indonesia mendorong bangsa-bangsa asing untuk turut memanfaatkannya. Kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia sempat merugikan bangsa lndonesia, keinginan mereka menguasai lndonesia pada masa kolonialisme dan imperalisme melahirkan dampak-dampak negatif bagi bangsa Indonesia.

Pada artikel ini akan kita pelajari tentang perubahan masyarakat lndonesia pada masa penjajahan, dengan terlebih dahulu mengkaji latar belakang dan proses kedatangan bangsa-bangsa barat serta perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat

                Mengapa bangsa-bangsa Barat tertarik dengan Indonesia? Apa saja yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Beberapa daya tarik dan faktor pendorong bangsa barat ke Indonesia antara lain:

a. Daya Tarik Indonesia bagi bangsa bangsa barat

     Daya tarik Indonesia bagi bangsa barat meliputi:

1) Keberadaan musim hujan dan kemarau di lndonesia memungkinkan berbagai tanaman     mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia.

2) Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawet makanan. bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal, sementara persediaan di Eropa sangat terbatas.

b. Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang. tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil.

c. Motivasi 3G (Gold, Gospel. dan Glory)

Gold, Gospel, Glory merupakan motivasi Bangsafbangsa Barat melakukan penjelajahan samudra.    Terkenal dengan sebutan 3G.

a). Gold artinya emas, yang , dengan kekayaan. Semboyan ini menggambarkan bahwa tujuan bangsa Barat ke Indonesia adalah untuk mencari kekayaan. Itulah yang membuat mereka melakukan ekspedisi dan penjelajahan.

b). Glory bermakna kejayaan bangsa.

c). Gospel adalah keinginan bangsa Barat Untuk menyebarluaskan atau mengajarkan agama  Nasrani khususnya agama Kristen ke bangsa bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika  Selatan.

d). Tulisan Marcopolo dalam bukunya Book of Various experiences (keajaiban dunia)  yang berisi kisah perjalanan Marcopolo yang menceritakan bahwa daerah Aisa alamnya sangat indah, subur dan memilki banyak kekayaan alam

e).  Perkembangan lPTEK (Ilmu Pengetahuan & Teknologi yakni, ditemukan Teori Heliosentris dari Copernicus yang mengatakan bahwa pusat peredaran tata surya adalah matahari, ditemukan kompas, ditemukan mesiu (bom) persenjataan serta dikembangkan teknik pembuatan kapal.

f). Revolusi Industri  

Revolusi Industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang dari sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, serta barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk menjual hasil-hasil industrinya. Salah satu pengaruh Revolusi Industri yang sangat terasa adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa tersebut. Perahu dengan mesin uap merupakan penemuan sangat penting yang mendorong penjelajahan bangsa Barat.

2. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat Ke Indonesia

a. Kedatangan Bangsa Spanyol dan Portugis di Maluku

Portugis setelah menguasai Malaka (1511) daerah pasar perdagangan terbesar di Asia tenggara bermaksud untuk menguasai pusat rempah rempah di Maluku.  Maka diutuslah Antonio D’Abreau dan Francisco Serao ke Maluku. Saat itu kerajaan Ternate Tidore sedang bertikai.

Tahun 1512 Kapten Sebastian del Cano dari Spanyol tiba di Maluku, hal ini menimbulkan protes dari portugis karena dianggap melanggar perjanjian tordesillas. Dalam perjanjian ini menjelaskan bahwa kerajaan Spanyol memiliki memiliki wewenang berdagang dan berlayar ke arah barat, sedangkan untuk Portugis berlayar ke arah timur.Menurut pandangan portugis, maluku termasuk bagian sebelah timur. Tetapi spanyol tidak menghiraukan pandangan portugis, sehingga munculah pertentangan antara keduanya di Maluku.

Hubungan Portugis dengan ternate sangat dekat, dibawah pimpinan Antonio De Britto mendirikan benteng pertahanan Saint John di Ternate, Sedangkan Spanyol menjalin hubungan dengan Tidore, dan membantu Tidore melawan Ternate yang dibantu Portugis tetapi kalah, maka tahun 1529 Spanyol Portugis menandatangani perjanjian Saragosa. Isi perjanjian Saragosa adalah :

                1. Pedagang Portugis menguasai daerah perdagangan dari Maluku sampai ke Tanjung Harapan.

                2. Pedagang Spanyol menguasai daerah perdagangan di Filipina

3. Ekspedisi Bangsa Belanda di Jayakarta(Jakarta) 

Belanda tiba di Indonesia tahun 1595 dipimpn Cornelis de Hautman dan Pieter Keyzer. Latar belakang Belanda pergi ke dunia timuradalah karena ia tidak boleh berdagang di Lisabon pusat rempah-rempah ,di Eropa Maka berbekal buku lntinerario karya Jan Huygen van Linschoten akhirnya Belanda memberanikan diri menjelajahi samudra menuju ke dunia Timur.  Maka pada tahun 1596 Belanda tiba di Banten dipimpin Cornelis De Hautman. Karena kecongkaan Cornelis, Belanda di usir dari Banten  Perjalanan kedua dipimpin oleh Jacob van Neck dan Warwijk. Mereka sampai  di banten 1598 dan perjalanan dilanjutkan ke Ambon. Di Ambon para pedagang Belanda membentuk kongsi dagang yaitu VOC.

Gubernur Jenderal  pertama VOC adalah Pieter Both. Ia mendirikan pusat perdagangan VOC di Ambon, Maluku. Namun kemudian, pusat dagang  dipindahkan ke Jayakarta (Jakarta) karena  VOC memandang bahwa Jawa lebih strategis sebagai lalulintas perdagangan. Selain itu, Belanda ingin menyingkirkan saingan mereka, yaitu Portugis di Malaka.

Pada masa pemrintahan Gubernur Jendrai VOC Jan Pieterszoon Chen, izin kantor dagang Inggris EIC dicabut. VOC menikmati keleluasaan dan kelonggaran yang diberikan penguasa Banten.  Jayakarta oleh VOC diubah namanya menjadi Batavia.

Tanggal 31 Desember 1799 VOC di bubarkan. Indonesia Iangsung dibawah kekuasaan pemerintahan Belanda (Republik Bataaf). pada masa pemerintahan ini, Pemerintah Belanda pro Perancis menugaskan Daendels dengan tugas mempertahankan Indonesia dari serangan Inggris.

Kebijakan-kebijakan Daendels di indonesia :

1. Bidang pertahanan dan keamanan

a. Membangun benteng pertahanan

b. Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan ujung kulon

c. Meningkatkan jumlah tentara

d. Membangun jalan dani Anyer sampai Panarukan sejauh 1.1061km dengan cara kerja rodi. Fungsinya untuk memperlancar arus transportasi, komunikasi dan pengiriman tentara

e. Membangun pabrik-pabrik senjata

2. Bidang pemerintahan

a. Memperbaiki gaji para pegawai dan memberantas korupsi

b. Membagi pulau Jawa menjadi 9 daerah yang dipimpin prefek dan membawahi para Bupati tetapi  tunduk pada gubernur jendral

c. Mengubah kedudukan bupati dari penguasa feodal menjadi pegawai pemerintah & dengan cara digaji d. Mendirikan badan-badan pengadilan yang akan mengadili orang indonesia sesuai adat istiadatnya

e. Merombak sistem pemerintahan feodal menjadi sistem pemerintahan Barat yang modern

f. Menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan

g. Menyederhanakan upacara di keraton Yogyakarta dan Surakarta

3. Bidang sosial ekonomi

a. Contingenten yaitu kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak kepada pemerintah

b. Verplichte Leverantie yaitu kewajiban rakyat menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditentukan.

c. Prianger Stelsel yaitu kewajiban penduduk Priangan untuk menanam kopi

d. Kerja rodi yaitu kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer Panarukan

e. Menjual tanah-tanah Negara kepada pihak swasta atau partikelir (Iandelijk Stelsel)

Daendels akhirnya ditarik ke negara Belanda dengan alasan untuk menjadi tentara yang akan dikirimkan guna menghadapi Rusia. Adapun alasan sebenarnya karena ia telah berani menjual tanah negara kepada swasta atau partikelir. ia kemudian digantikan oleh Jan Willem , pada akhirnya lndonesia jatuh ke tangan lnggris, melalui perjanjian Tuntang.

4. Kedatangan Bangsa Inggris

Pada tahun 1811, inggris melakukan penyerangan terhadap Belanda, untuk dapat menguasai Indonesia, yang dipimpin Gubernur Jansen. Belanda menyerahkan kekuasaannya di indonesia kepada Inggris, dengan “Perjanjian Tuntang” pada tanggal 18 sepember 1811 , yang berisikan:

1. Seluruh Jawa dan sekitarnya diserahkan kepada Inggris.

2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan inggris

3. Semua pegawai Belanda yang mau bekerja sama dengan Inggris dapat memegang jabatannya terus.

4. Semua hutang pemerintah Belanda yang dahulu, bukan menjadi tanggung jawab inggris.

Satu minggu sebelum perjanjian itu dilakukan, Raja Muda (Viceroy) Lord Minto yang berkedudukan di India, mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Wakil Gubemur(Liuetenant Governor). Sehingga Raffles memiliki kekusaan penuh di lndonesia dengan menerapkan Kebijakan baru meliputi berbagai bidang :

1. Bidang Birokrasi Pemerintahan

a. Pulau Jawa dibagi menjadi 15 karesidenan, yang terdiri atas beberapa distrik.

b. Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribuml menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak barat.

                c. Bupati-bupati atau penguasapenguasa pribuml dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung di bawah kekuasaan pemerintah pusat

2. Bidang Perekonomian dan Keuangan

                a. Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor yang paling menguntungkan.

b. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten ).

                c. Menetapkan sistem sewa tanah (landrent), dengan kebijakan bahwa pemerintah kolonial adalah pemilik tanah dan para petani dianggap sebagai penyewa (tenant) tanah pemerintah. Oleh karena itu. para petani diwajibkan membayar pajak atas penggunaan tanah pemerintah.

d. Pajak dibayarkan kepada kolektor yang dibantu kepala desa tanpa melalui bupati.

3. Bidang Hukum

Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Apabila Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar-kecilnya kesalahan.

4. Bidang Sosial

a. Penghapusan kerja rodi (kerja paksa).

b. Penghapusan perbudakan, tetapi dalam praktiknya melanggar undang-undangnya sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis perbudakan. Hal itu terbukti dengan pengiriman kuli-kuli dari Jawa ke Banjarmasin untuk membantu perusahaan temannya, Alexander Hare, yang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja.

5. Bidang Pendidikan

a. Ditulisnya buku berjudul History of Java.

b. Memberikan bantuan kepada John Crawfurd (Residen Yogyakarta) untuk mengadakan penelitian yang menghasilkan buku berjudul History of me East indian Archipelago.

c. Aktif dalam mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

d. Ditemukannya bunga bangkai yang akhirnya diberi nama Rafflesia Arnoldi.

e. Dirintisnya Kebun Raya Bogor

1. Indonesia dikembalikan kepada Belanda.

2. Jajahan Belanda seperti Sailan, Kaap Koloni, Guyana, tetap ditangan Inggris.

3. Cochin (di Pantai Malabar) diambil alih oleh Inggris, sedangkan Bangka diserahkan kepada Belanda sebagai gantinya.

Kekusaan Inggris di Indonesia hanya berlangsung hanya sebentar, sekitah tahun 1811-1816. Setelah perjanjian Convention Of London, Indonesia kembali dikuasai oleh Belanda.

BAB II: PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

A. Mobilitas Sosial

1. Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial berasal dari bahasa latin mobilis berarti mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dan sosial yang berarti seseorang atau kelompok.

Jadi mobilitas sosial dapat diartikan sebagai perindahan seseorang atau sekelompok orang dari satu posisi ke posisi lainnya.

2. Bentuk-Bentuk Mobilitas sosial

Ada dua bentuk mobilitas yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horisontal.

a. Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan seseorang/kelompok orang dari kedudukan

3. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

Adapun mobilitas sosial dapat terjadi karena faltor struktural, individu, sosial, ekonomi, politik, dan faktor kemudahan akses.

Namun demikian mobilitas sosial dapat terhambat dengan adanya faktor kemiskinan dan faktor deskriminasi.

4. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Setiap orang tentu menginginkan mobilitas sosial secara vertikal utnuk meningkatkan statusnya dalam masyarakat.

Saluran yang dapat dilalui dalam mobilias sosial antara lain lewat jalur pendidikan, organisasi politik, organisasi ekonomi dan orgnaisasi profesi.

5. Dampak Mobilitas Sosial

Dalam proses mobilitas sosial terdapat dampak positif maupun dampak negatifnya.

Dampak positif mobilitas sosial antara lain mendorong seseorang untuk lebih maju, mempercepat tingkat perubahan sosial, dan meningkatkan integrasi sosial.

Sedangkan dampak negatifnya adalah munculnya konflik dan terjadinya gangguan psikologis.

B. Pluralitas Masyarakat Indonesia

1. Perbedaan Agama.

Terdapat enam agama yang berkembang di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan penganut aliran kepercayaan agar keberadaannya dicantumkan dalam Kartu Tanda Penduduk.

Dengan adanya perbedaan agama akan meningkatkan rasa toleransi di antara umat beragama. Meskipun cara mereka berbeda-beda dalam upacara peribatan, tetapi tujuannya sama. Yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

2. Perbedaan Budaya.

Menurut Sosiolog J.J. Hoenigman ada tiga wujud budaya, yaitu: gagasan, aktifitas, dan artefak.

Sedangkan Koentjaraningrat mengungkapkan tujuh unsur kebudaya, meliputi:

a. perlatan dan perlengkapan

b. mata pencaharan dan sistren ekonomi

c. sistem kemasyarakatan

d. bahasa lisan dan tertulis

e. kesenian

f. sistem pengetahuan

g. religi atau sistem kepercayaan.

3. Perbedaan Suku Bangsa.

Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia.

Bahkan menurut sensus BPS tahun 2010 diketahui terdapat 1.340 suku bangsa. Dengan banyaknya suku bangsa di Indonesia justru mempererat hubungan antar satu dengan lainnya.

4. Perbedaan Pekerjaan.

Pekerjaan adalah salah satu bentuk kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap orang memiliki keterampilan yang berbeda-beda, sehingga pekerjaa yang mereka lakukanpun juga berbeda.

5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya

a. sebagai daya terik bangsa asing

b. mengembangkan kebudayaan nasional

c. tertanamnya sikap toleransi

d. mendorong inovasi kebudayaan

C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial

1. Konflik dalam Kehidupan Sosial.

Sumber dari konflik adalah adanya perbedaan, yang terdiri atas perbedaan individu, latar belakang budaya, kepentingan. Selain itu juga disebabkan adanya perubahan nilai yang cepat.

2. Integrasi Sosial.

Merupakan proses yang terjadi di masyarakat dalam penyesuaian unsur-unsur yang berbeda menjadi satu kesatuan.

Bab III Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap Kegiatan Ekonomi, Sosial, Budaya di Indonesia dan Asean

https://2.bp.blogspot.com/-qKhEs0W38Yk/WbrFjC0X7uI/AAAAAAAABSA/ptRdidTzPfsuGmE4i0-XydHPODErOdgSgCLcBGAs/s400/Peta%2BKonsep%2BBab3.jpg

Prawacana

Bangsa Indonesia harus selalu bersyukur karena telah dikaruniai oleh Tuhan sumber daya yang cukup banyak dan beragam di setiap daerah. Akan tetapi, tidak ada daerah yang sanggup memenuhi semua kebutuhannya dari daerahnya sendiri. Seringkali, produk-produk tertentu didatangkan dari daerah lain. Hal itu disebabkan, keragaman sumber daya antardaerah. Ada daerah yang kelebihan produk tertentu, ada juga daerah yang kekurangan. Hal ini akan menimbulkan terjadinya permintaan dan penawaran akan suatu barang tertentu, tergantung pada kebutuhan masing-masing daerahnya. Dengan demikian, terjadilah perdagangan antardaerah dan antarpulau di Indonesia. Aktivitas perdagangan akan terjadi, jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, perlu dilakukan kegiatan produksi, yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi.

Kegiatan ekonomi akan berjalan jika ada pelaku-pelaku yang menjalan kegiatan ekonomi, yang meliputi: rumah tangga keluarga; rumah tangga perusahaan; rumah tangga pemerintah; dan rumah tangga luar negeri. Selain itu, kegiatan ekonomi akan terjadi jika didukung teknologi yang memadai. Dengan teknologi yang memadai, hasil produksi akan meningkat, yang berdampak pada timbulnya penawaran. Dengan demikian, perbedaan teknologi yang dimiliki suatu daerah akan menimbulkan keunggulan dan keterbatasan suatu daerah akan suatu produk. Dengan keunggulan dan keterbatasan suatu daerah yang disebabkan karena potensi daerah, akan menimbulkan permintaan dan penawaran serta perdagangan.

Untuk pengembangan perdagangan, diperlukan penguatan produk unggulan dari suatu daerah atau negara, seperti: penguatan ekonomi maritim dan agrikultur untuk Indonesia. Pengembangan di 2 sektor tersebut, akan meningkatkan pendapatan nasional. Pendapatan yang diperoleh suatu negara, akan didistribusikan kembali untuk kepentingan masyarakat, baik dibidang ekonomi; sosial; maupun budaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

A.     Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang serta Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian

1.      Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi

Di kelas VII kalian telah mempelajari tentang kebutuhan manusia. Kalian tentu memahami bahwa kebutuhan manusia itu bermacam-macam dan selalu bertambah, baik jumlah maupun kualitasnya. Coba kalian hitung berapa macam jumlah barang yang kalian gunakan setiap hari? Kalian mungkin akan terkejut, bahwa dalam satu hari kalian menggunakan puluhan barang untuk dikonsumsi. Tentunya barang yang kalian konsumsi, berbeda dengan barang yang dikonsumsi orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, berbeda-beda dan beraneka macam. Namun perlu kalian ketahui, bahwa faktor ruang akan menentukan tindakan seseorang sebagai konsumen. Masyarakat kota memiliki perilaku konsumsi yang berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat desa; masyarakat pegunungan; atau masyarakat pesisir pantai. Demikian pula tindakan atau perilakunya dalam mengalokasikan sumber daya yang ada. Dilihat dari fungsinya sebagai konsumen, masyarakat kota lebih banyak membeli barang dan jasa karena ditunjang pendapatan yang tinggi dan munculnya pasar-pasar modern, seperti: supermarket dan hypermarket. Berbeda dengan perilaku masyarakat di daerah perdesaan atau pegunungan, yang pendapatannya rendah, akses jalannya kurang baik, yang membuat pendistribusian barang atau jasa menjadi kurang lancar. Akibatnya, masyarakat desa atau pegunungan lebih sedikit membeli barang dan jasa.

Barang dan jasa yang dibutuhkan manusia, sebagian besar dihasilkan oleh manusia, dan hanya sebagian kecil yang disediakan langsung oleh alam. Oleh karena itu, manusia harus melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang biasa disebut dengan istilah: produksi. Produksi merupakan salah satu dari kegiatan ekonomi yang sudah kalian pelajari di kelas VII.

Di kelas VII, kalian juga telah mempelajari tentang konsep ruang dan interaksi antarruang. Salah satu yang menjadi alasan adanya interaksi antarruang, adalah: perbedaan potensi dan SDA yang dimiliki. SDA memiliki fungsi dan peran penting dalam kehidupan manusia. Manusia hidup dengan memanfaatkan SDA yang ada disekitarnya. Tanpa tersedianya berbagai macam SDA di bumi ini, manusia akan kesulitan memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sebagai negara tropis yang memiliki ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia memiliki kekayaan alam yang cukup banyak. Di daratan, suhu dan curah hujan yang tinggi memungkinkan penduduk menanam berbagai macam barang pertanian dan perkebunan. Curah hujan yang tinggi juga, menjamin tersedianya air untuk kepentingan budidaya perikanan darat. Indonesia juga memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Potensi ikan di Indonesia, cukup banyak. Disamping itu, ditemukan pula berbagai jenis bahan tambang di dasar laut. Di sepanjang pesisir, juga terdapat kekayaan alam berupa: terumbu karang; rumput laut; dan tentu saja keindahan alam, yang dapat dikembangkan untuk kepentingan pariwisata. Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia. Terumbu karang Indonesia tidak hanya luas, tetapi juga beraneka ragam dalam hal sumber daya hayatinya.

Selain kekayaan laut; tanah; dan air, Indonesia juga memiliki banyak sumber daya mineral dan hasil hutan. Seberapa besarkah potensi bahan tambang di Indonesia? Dimana sajakah lokasi pertambangan di Indonesia? Untuk lebih memahami tentang SDA di Indonesia, isilah tabel di bawah ini dengan teman sebangkumu.

Aktivitas Kelompok

No Nama Daerah Penghasil Pemanfaatan
1 Hutan
2 Minyak Bumi
3 Batu Bara
4 Gas Alam
5 Emas
6 Nikel
7 Timah
8 Tembaga
9 Marmer

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan SDA. SDA yang tersebar di Indonesia, memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Itu semua merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia, yang mengakibatkan munculnya penawaran beberapa produk hasil produksi Indonesia, serta munculnya permintaan negara lain atas produk Indonesia. Adanya penawaran dan permintaan akan produk, mengakibatkan munculnya aktivitas perdagangan. Untuk lebih memperkaya pemahaman kalian tentang materi ini, amati keadaan sekitar tempat tinggal kalian masing-masing. Potensi SDA apa saja yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Setelah itu, lihatlah tabel di halaman berikut dengan jenis-jenis SDA dan potensi yang tersebar di wilayah Indonesia.

Tabel Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Wilayah Indonesia

Pulau Provinsi Sumber Daya Alam
Sumatera Aceh Semen Andalas, Pupuk AAF, Minyak Bumi, Emas, dan Perak
Sumatera Utara Minyak Bumi, Kertas, Tekstil, dan Ban Mobil
Sumatera Barat Semen, Tenun, Timah, Batubara, dan Granit
Riau Minyak Bumi, Emas, Perak, Bauksit, dan Kertas
Kepulauan Riau Batubara
Jambi Batubara, Emas, Minyak Bumi, dan Karet
Sumatera Selatan Minyak Bumi, Batubara, Karet, dan Pupuk Polipropilen
Bangka Belitung Timah
Bengkulu Emas, Perak, dan Batubara
Lampung Emas, Pupuk, Kopi, dan Sapi Potong
Jawa Jakarta Pupuk TSP, Tekstil, Kayu Lapis, Susu, Logam, dan Benang
Jawa Barat Minyak, Teh, Susu, Sutera Alam, Baterai, Kertas, Semen, Beras, dan Pupuk
Banten Minyak, Baja, Pipa, dan Semen
Jawa Tengah Semen, Pupuk, Kertas, kayu Lapis, dan Perkapalan
DI Yogyakarta Batik, Rokok, Cerutu, Emas, Perak, dan Kosmetik
Jawa Timur Semen, Perkapalan, Kertas, Pupuk, Baterai, Kaca, Alkohol, Kayu lapis, Kereta Api, Garam, Tembakau, Cengkih, dan Rokok
Bali Bali Tenun
Nusa Tenggara NTT Semen Kupang, Mangan, dan Minyak Cendana
NTB Emas, Perak, dan Mangan
Kalimantan Kalimantan Barat Bauksit, Intan, Minyak Kelapa, Rotan, dan Karet
Kaliman Tengah Minyak Kelapa, Minyak Bumi, Intan, Karet, dan Rotan
Kalimantan Selatan Batubara, Intan, Bijih Besi, dan Rotan
Kalimantan Timur Kayu Lapis, Gas Alam Cair, Minyak Bumi, Tenun, Kristal, dan Timah
Kalimantan Utara Minyak, Gas, Kelautan, dan Tambang
Sulawesi Sulawesi Utara Minyak Kelapa, Emas, Marmer, Mangan, Gips, dan Kayu
Sulawesi Tengah Emas, Bijih Besi, Nikel, dan Mika
Sulawesi Tenggara Nikel, Minyak Kelapa, Aspal, dan Kapur
Gorontalo Emas, Tembaga, Tekstil, dan Kayu
Maluku Maluku Emas, Minyak Bumi, dan Minyak Kayu Putih
Maluku Utara Minyak Bumi, Nikel, Minyak Kayu Putih, dan Asbes
Papua Papua Barat Minyak Bumi, Kayu Gelondong, Kayu Lapis, Emas, Perak, Aluminium, Asbes, dan Tembaga
Papua Tembaga, Minyak Bumi, Kayu Lapis, Marmer, Aluminium, Asbes, dan Kayu gelondong

Berdasarkan tabel, terlihat bahwa persebaran SDA antara satu daerah dengan daerah lain, berbeda-beda. Suatu daerah dapat dikenal sebagai penghasil barang tambang, akan tetapi daerah lain juga dapat dikenal sebagai penghasil hasil hutan atau pertanian. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan keadaan geografis masing-masing daerah. Setiap daerah di Indonesia, memiliki SDA yang beraneka ragam. Ada yang memiliki kepala sawit, ada juga yang memiliki emas. Perbedaan potensi inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya permintaan dan penawaran, yang menimbulkan aktivitas perdagangan.

Perbedaan potensi daerah ini juga menyebabkan perbedaan keunggulan masing-masing daerah. Perbedaan potensi daerah bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri. Sebagai contoh: Lampung memproduksi kopi, sedangkan Jawa Barat memproduksi beras. Lampung dapat memproduksi kopi secara efisien dan murah. Demikian pula Jawa Barat, dapat memproduksi beras secara efisien. Dengan demikian, Lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi, dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, perdagangan ke-2 daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi dalam dan antarruang berupa kegiatan perdagangan. Masing-masing daerah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga mendapat keuntungan dari produksi yang menjadi unggulan daerahnya. Untuk kepentingan tersebut, diperlukan kerjasama antardaerah, mengingat adanya perbedaan dan keterbatasan SDA yang ada disetiap daerah. Diharapkan, suatu daerah dapat menyokong daerah lain yang kekurangan. Hal ini juga dapat mempererat integrasi antardaerah di Indonesia, yang pada gilirannya akan menghasilkan persatuan dan kesatuan.

Renungkan

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tambang terbesar di dunia. Pengelolaan tambang-tambang tersebut masih didominasi pihak asing. Kondisi tersebut mengakibatkan tingginya pemasukan negara dari sektor pertambangan. Pengelolaan SDA membutuhkan SDM yang baik serta penguasaan teknologi yang unggul. Apakah saat ini Indonesia sudah memiliki ke-2 hal tersebut? Bagaimana upaya yang harus kita lakukan agar negara Indonesia mampu mengelola sumber daya secara mandiri? Diskusikan dengan teman kalian!

Pada uraian materi di atas, telah dipaparkan bahwa aktivitas perdagangan akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, perlu dilakukan kegiatan produksi, yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi akan berjalan, jika ada pelaku-pelaku yang menjalankan kegiatan ekonomi. Siapakah pelaku kegiatan ekonomi dalam suatu perekonomian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bacalah uraian materi berikut.

2.      Pengertian Pelaku Ekonomi

Dalam kehidupan sehari-hari, kalian tentu tidak asing lagi melihat orang yang membajak sawah dan menanam padi. Padi yang telah diolah menjadi beras, dijual kepada agen. Dari agen inilah para ibu rumah tangga atau konsumen yang lain, bisa mendapatkan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan. Petani yang menanam padi; agen; dan ibu rumah tangga, dapat dikatakan sebagai pelaku ekonomi. Jadi, apa yang dimaksud pelaku ekonomi? Untuk mengetahui siapa sajakah pelaku ekonomi, amati gambar berikut.

Kegiatan apa yang dilakukan oleh pelaku ekonomi pada gambar tersebut? Dari ke-4 gambar tersebut, apakah kalian pernah melakukan dari salah satu kegiatan tersebut? Tentu jawabnya: iya. Setelah kalian mencermati gambar pelaku ekonomi, untuk lebih memahami tentang pelaku ekonomi, kerjakan aktivitas kelompok di bawah ini dengan mengisi lembar aktivitas pada tabel.

Aktivitas Kelompok

a.       Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.

b.      Amati Gambar 1, 2, 3, 4 pada gambar di atas dan diskusikan dengan teman satu kelompok: siapa saja pelaku ekonomi dalam setiap gambar itu, apa yang mereka lakukan, dan apa tujuan mereka melakukan kegiatan tersebut?

c.       Tuliskan hasil diskusimu pada lembar kerja yang telah disediakan di bawah ini.

Tabel Aktivitas Siswa

Gambar Siapa Pelakunya? Apa yang Dikerjakan? Apa Tujuan Mereka Melakukan Aktivitas?
Gambar 1 Produsen Pupuk Mengemasi pupuk yang hendak dijual Menjual pupuk kepada konsumen
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4

Setelah kalian mengerjakan aktivitas kelompok pada tabel di atas, apakah kalian sudah memiliki gambaran tentang pengertian pelaku ekonomi dan siapa saja pelaku ekonomi itu? Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi. Ada 4 pelaku ekonomi, yaitu: rumah tangga keluarga/konsumen; rumah tangga perusahaan/produsen; rumah tangga pemerintah; dan rumah tangga luar negeri. Ke-4 pelaku tersebut berperan penting dalam menggerakkan perekonomian negara sesuai dengan peran masing-masing. Kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri ataupun keluarga, dinamakan: Rumah Tangga Konsumen (RTK). Pihak yang melakukan kegiatan produksi, yaitu kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan orang lain, dinamakan: Rumah Tangga Produsen (RTP). Selain pihak yang menghasilkan dan mengonsumsi barang dan jasa, ada pihak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian, yang disebut: Rumah Tangga Pemerintah.

Hasil produksi, sebagian disalurkan ke pembeli dalam negeri, sebagian lagi dijual ke masyarakat luar negeri. Hal ini menimbulkan arus barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri, yang disebut: ekspor. Selain kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri, ada pula kegiatan membeli barang dan jasa dari negara-negara lain. Arus barang dan jasa yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri, disebut: impor. Orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekspor dan impor, disebut: Rumah Tangga Luar Negeri. Jadi, pelaku ekonomi terdiri atas: rumah tangga keluarga; rumah tangga perusahaan; rumah tangga pemerintah; dan rumah tangga luar negeri.

Setelah kalian memahami pelaku ekonomi, kalian dapat memahami peran dari masing-masing pelaku ekonomi. Untuk dapat memahami peran masing-masing pelaku ekonomi, ikuti secara seksama uraian materi berikut.

3.      Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian

a.       Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Rumah tangga keluarga atau sering disebut rumah tangga konsumen, merupakan pelaku ekonomi yang menjalankan peran sangat penting didalam kegiatan ekonomi. RTK adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. RTK membutuhkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga perusahaan (RTP). Jadi, barang dan jasa yang dihasilkan RTP ditujukan untuk memenuhi kebutuhan RTK. RTK memiliki 2 peran, yaitu: sebagai konsumen dan sebagai penyedia faktor produksi, yang meliputi: penyediaan lahan; tenaga kerja; modal; dan keahlian. Ketika konsumen membeli barang dan jasa dari produsen, konsumen berkewajiban membayar barang dan jasa yang diterimanya. Oleh karena itu, RTK harus memiliki pendapatan. Pendapatan RTK, diperoleh dari penggunaan faktor produksi yang dimilikinya. Pendapatan RTK, terdiri atas:

1)      Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima RTK karena telah menyewakan tanahnya kepada perusahaan;

2)      Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima RTK karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi;

3)      Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima RTK karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi;

4)      Laba/Keuntungan (profit), yaitu balas jasa yang diterima RTK karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.

Pendapatan yang diterima RTK, berupa: sewa; upah/gaji; bunga; dan keuntungan tersebut akan dibelanjakan kepada perusahaan melalui pembelian barang dan jasa yang mereka butuhkan. Pendapatan yang diterima RTP dari penjualan barang dan jasa, akan digunakan untuk membayar balas jasa RTK karena telah meminjamkan faktor produksi kepada RTP.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat disini bahwa ada interaksi antara RTK dan RTP yang menyebabkan terjadinya aliran arus uang dan arus barang/jasa. Dari kegiatan tersebut, dapat dilihat bahwa peran RTK, adalah sebagai:

a.       Pemakai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari;

b.      Pemasok faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukan proses produksi.

Untuk lebih memperjelas apa saja peran RTK, simak uraian berikut.

RTK menjalankan peran pertama, yaitu: sebagai konsumen, dengan cara mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh RTP. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen, dijual kepada konsumen. Konsumen membayar barang dan jasa tersebut dengan uang dari hasil penggunaan faktor produksi yang mereka pinjamkan ke RTP. Pertemuan permintaan barang dan jasa dari konsumen dengan penawaran barang dan jasa dari produsen, terjadi di pasar output atau pasar produk. Contoh pasar output/produk, adalah: pasar tradisional; minimarket; bengkel; lembaga bimbingan belajar. Gambar berikut adalah contoh pasar yang menunjukkan pertemuan antara produsen dan konsumen.

Peran ke-2 dari RTK, adalah: sebagai penyedia faktor produksi bagi RTP. Penawaran faktor produksi, terjadi di pasar input atau pasar faktor produksi. Salah satu contoh pasar input, adalah: pasar tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi setiap perusahaan.

Untuk menciptakan barang dan jasa, dibutuhkan berbagai macam faktor produksi. Secara umum, faktor produksi dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu: alam (lahan); tenaga kerja; modal; dan kewirausahaan.

Untuk lebih memperjelas tentang faktor produksi, jawablah pertanyaan berikut. Apakah ada saudara atau tetangga kalian yang bekerja disebuah perusahaan atau pabrik? Jika ada, gaji atau upah yang mereka peroleh merupakan balas jasa atas penggunaan faktor produksi yang mereka berikan dalam bentuk penawaran faktor produksi tenaga kerja. Untuk mempermudah pemahaman kalian, faktor produksi akan diuraikan satu per satu, mulai dari: alam; tenaga kerja; modal; dan kewirausahaan. Untuk memahami faktor produksi yang pertama, yaitu: alam, amati gambar berikut.

Ke-2 gambar, menunjukkan contoh faktor produksi alam. Faktor produksi alam, adalah: segala sesuatu yang disediakan oleh alam untuk digunakan sebagai faktor pendukung produksi barang dan jasa. Pemilik lahan berperan sebagai pemasok faktor produksi alam kepada perusahaan. Sebagai imbalannya, ia akan mendapat balas jasa berupa sewa atas faktor produksi yang ditawarkan.

Faktor produksi yang ke-2, adalah: modal. Faktor produksi modal, tidak selalu berwujud uang. Faktor produksi modal, terdiri atas: barang modal dan uang. Barang modal, dapat berupa: mesin; gedung; serta alat-alat yang digunkan untuk kepentingan produksi. RTK yang meminjamkan faktor produksi modal dalam bentuk uang, akan memperoleh balas jasa berupa: bunga. Untuk mempermudah pemahaman kalian tentang faktor produksi modal, perhatikan gambar di bawah ini. Manakah 3 dari 4 gambar yang termasuk faktor produksi modal? Beri tanda centang pada gambar yang merupakan faktor produksi modal dan beri tanda silang untuk gambar yang tidak tergolong faktor produksi modal.

Faktor produksi yang ke-3, adalah: tenaga kerja. Faktor produksi tenaga kerja, adalah: faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia. RTK yang memiliki faktor produksi tenaga kerja, akan memperoleh balas jasa berupa: upah atau gaji. Siapa saja yang termasuk faktor produksi tenaga kerja? Coba amati 4 gambar yang ada pada gambar di bawah ini.

Gambar tersebut, adalah gambar: guru; dokter; teknisi; dan resepsionis sebuah bank. Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Dokter merupakan orang yang pekerjaannya mengobati orang sakit. Teknisi adalah orang yang bekerja dibidang teknik, sedangkan resepsionis adalah orang/karyawan yang tugasnya melayani para tamu atau calon konsumen dalam rangka menjajaki kerjasama tertentu dengan perusahaan. Ke-4 orang tersebut, tergolong faktor produksi tenaga kerja.

Faktor produksi yang ke-4, adalah: keahlian/kewirausahaan. Apakah pengertian kewirausahaan? Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan: mengatur; mengorganisasikan; serta mengambil risiko, dalam menjalankan suatu usaha. Keistimewaan dari kewirausahaan, terletak pada kreativitas dan inovasi. Pelaku kewirausahaan adalah seorang wirausahawan. RTK yang memiliki faktor produksi kewirausahaan, akan mendapat balas jasa berupa: keuntungan/laba.

Wawasan

Semakin maju suatu negara, semakin banyak penduduk yang bekerja sebagai pengusaha. Hal ini terkait dengan faktor produksi kewirausahaan. Negara kita saat ini masih banyak membutuhkan wirausaha-wirausaha muda yang tangguh. Apakah kalian tertarik untuk menjadi wirausaha?

b.      Peran Rumah Tangga Perusahaan/Rumah Tangga Produsen (RTP)

RTP merupakan pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Perusahaan mengorganisasikan berbagai faktor produksi yang disediakan konsumen, kemudian melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang. Hasil produksi ini kemudian dijual atau ditawarkan di pasar. RTP di Indonesia dikelompokkan menjadi: Badan Usaha Milik Negara (BUMN); Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Dalam perekonomian, RTP berperan sebagai produsen sekaligus pengguna faktor produksi. Adapun penjelasan dari masing-masing peran tersebut, akan dipaparkan dalam uraian di bawah ini.

Peran pertama dari RTP, adalah: memproduksi barang/jasa. Barang/jasa yang dihasilkan perusahaan kemudian ditawarkan kepada konsumen atau pembeli. Pada sub-bab sebelumnya, kalian sudah mengetahui salah satu peran RTK, yaitu: penyedia faktor produksi. Faktor produksi yang disediakan oleh RTK, digunakan oleh RTP. Ini merupakan peran RTP yang ke-2, yaitu: sebagai pengguna faktor produksi. Contoh: sebuah pabrik tekstil membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjahit produk mereka, maka, RTP menggunakan faktor produksi berupa tenaga kerja yang ditawarkan oleh RTK. Sebagai balas jasa atas faktor produksi ini, RTP memberikan upah atau gaji pada RTK. Selain faktor produksi tenaga kerja, RTP juga menggunakan faktor produksi lahan; modal; dan faktor produksi keterampilan/kewirausahaan yang dipinjamkan oleh RTK. Atas penggunaan faktor produksi tersebut, RTP memberikan balas jasa berupa: sewa; bunga; dan bagian dari keuntungan yang diperoleh RTP. Hubungan antara RTK dan RTP, dapat kalian amati pada gambar berikut.

https://4.bp.blogspot.com/-K0UqIckxYAQ/WbrF6bnSQQI/AAAAAAAABSE/YGgXI7OF42I8fHotgFSLVDwiQZE6GB4zACLcBGAs/s400/Hubungan%2BPelaku%2BEkonomi%2BDua%2BSektor.jpg

Pada gambar tesebut, hubungan pelaku ekonomi 2 sektor, dapat kalian amati. Dua garis panah bagian atas, menjelaskan hubungan RTP dengan RTK di pasar output atau pasar barang. RTP memberikan barang/jasa kepada konsumen, kemudian sebagai imbalannya RTK memberikan sejumlah uang kepada RTP. Dua garis panah dibagian bawah, menunjukkan hubungan RTP dan RTK di pasar faktor produksi. RTK berperan sebagai penyedia faktor produksi, sedangkan RTP berperan sebagai pengguna faktor produksi. RTP memberikan imbalan atas faktor produksi yang diberikan oleh RTK. Imbalan ini, berupa: sewa; upah/gaji; bunga; dan keuntungan.

c.       Peran Rumah Tangga Pemerintah

Rumah tangga pemerintah, merupakan salah satu pelaku ekonomi. Pemerintah memiliki 3 peran penting, yaitu sebagai: regulator; konsumen; dan produsen.

1)      Pengatur atau Regulator dalam Perekonomian

Pemerintah berperan sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian suatu negara. Perekonomian harus diatur sehingga perekonomian dapat menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata. Regulasi dan aturan yang dibuat pemerintah, antara lain berupa: pemberian subsidi pada perusahaan dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar. Peran lain pemerintah, adalah: menentukan besarnya pajak. Dengan adanya aturan tentang pajak progresif, orang yang kaya dipungut pajak yang tinggi, sedangkan orang yang miskin dipungut pajak yang rendah, bahkan orang yang sangat miskin tidak dipungut pajak tetapi malah disubsidi. Selain itu, apakah disekitarmu terdapat toko swalayan atau minimarket? Kewenangan pemberian izin pendirian swalayan atau minimarket tersebut, ada pada pemerintah. Kewenangan pemberian izin tersebut mencerminkan peran pemerintah sebagai: regulator/pengatur.

2)      Konsumen

Seperti halnya RTK, rumah tangga pemerintah juga memiliki peran sebagai konsumen. Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengatur, pemerintah membutuhkan sarana dan prasarana penunjang, yang dibeli dari RTP. Contohnya: kantor dinas pendididikan, untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari, membutuhkan: kertas; printer; dan tinta. Untuk itu, pemerintah harus membeli ke perusahaan atau produsen.

3)      Produsen

Selain sebagai konsumen, pemerintah juga berperan sebagai produsen. Dalam menjalankan perannya sebagai produsen, pemerintah memproduksi barang atau jasa. Pada sub-bab sebelumnya telah dijelaskan, bahwa RTP di negara kita, salah satunya, berbentuk: BUMN. BUMN adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah. Maka, pemerintah juga berperan sebagai RTP. Contoh BUMN, adalah: PT Kereta Api Indonesia (KAI); dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ke-2 nya dapat dilihat pada gambar berikut.

d.      Peran Rumah Tangga Luar Negeri

Pada era abad XXI ini, perekonomian yang tidak berhubungan dengan negara lain menjadi hal yang mustahil. Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian, terlihat nyata dalam perdagangan internasional. Contoh perdagangan internasional: Indonesia mengekspor produk tekstil ke negara Jepang, dan Jepang mengekspor kendaraan bermotor ke Indonesia. Dengan transaksi tersebut, terbentuklah kerjasama antara Indonesia dan masyarakat Jepang (masyarakat luar negeri). Apakah didaerahmu terdapat perusahaan yang sudah melaksanakan ekspor atau impor? Untuk dapat memahami lebih mendalam bagaimana masyarakat luar negeri dan perusahaan dalam negeri bekerja sama, kalian dapat mewawancarai pemilik perusahaan dilingkungan tempat tinggal kalian yang sudah melakukan ekspor hasil produksinya. Tanyakan tentang proses pelaksanaan ekspor. Hasilnya dipresentasikan di depan kelas. Untuk melihat gambaran tentang pengiriman barang yang akan diekspor, kalian dapat mengamati gambar sebuah pelabuhan yang melakukan aktivitas perdagangan internasional, sebagaimana diperlihatkan pada gambar berikut.

Apakah kalian pernah ke pelabuhan? Gambar di atas merupakan gambar barang-barang yang hendak dikirim ke luar negeri (ekspor). Proses ekspor biasanya berawal dari kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan. Setelah bersepakat, barang yang diperdagangkan dikirim dengan angkutan laut/udara.

Setelah kalian memahami tentang peran pelaku ekonomi dan bagan hubungan antara pelaku ekonomi, selanjutnya kalian perlu mempelajari tentang perdagangan antardaerah atau antarpulau. Hal tersebut perlu dilakukan karena kalian harus memahami bahwa produksi tidak akan berjalan lancar jika tidak ada aktivitas distribusi atau perdagangan. Perdagangan antardaerah/pulau dan perdagangan internasional, dapat kalian ikuti pada uraian berikut.

B.     Perdagangan Antardaerah atau Antarpulau dan Perdagangan Internasional

Pada sub-bab di atas, kalian telah mempelajari tentang keunggulan dan keterbatasan antarruang dalam permintaan; penawaran; teknologi; serta pelaku ekonomi. Keunggulan masing-masing daerah disebabkan karena perbedaan potensi daerah yang satu dengan potensi daerah yang lain. Perbedaan potensi daerah juga bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri. Contoh: Lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi, dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, ke-2 daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi antarruang terhadap kegiatan: ekonomi; sosial; budaya; dan perdagangan di Indonesia dan Asean. Perdagangan antardaerah atau antarnegara akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, diperlukan kegiatan ekonomi berupa aktivitas produksi. Aktivitas produksi akan menghasilkan produk. Produk apa yang dihasilkan, bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah. Jawa Barat memproduksi: minyak; teh; susu; sutera alam; baterai; kertas; semen; beras; dan pupuk. Kalimantan Timur memproduksi: kayu lapis; gas alam cair; minyak bumi; tenun; kristal; dan timah. Jawa Barat menawarkan beras; susu; teh ke Kalimantan Timur. Begitu juga sebaliknya, Kalimantan Timur menawarkan minyak bumi; tenun; kayu lapis ke Jawa Barat, sehingga muncul penawaran dan permintaan dari ke-2 daerah tersebut. Dengan demikian, antara Jawa Barat dan Kalimantan Timur terjadi interaksi ekonomi.

Dalam sub-bab ini, kalian akan mempelajari tentang perdagangan antardaerah atau antarpulau serta perdagangan internasional. Apakah kalian telah memahami pengertian perdagangan? Untuk memahami pengertian perdagangan dan perdagangan antarpulau serta perdagangan internasional, simak uraian materi berikut.

1.      Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah/Antarpulau

a.       Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antarpulau

Perdagangan atau perniagaan merupakan kegiatan tukar menukar barang atau jasa berdasarkan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan.

Perdagangan antardaerah atau antarpulau merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk/lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk/lembaga daerah lain dalam satu batas wilayah negara atas dasar kesepakan bersama. Kalian tentu memahami bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau lebih dari 13.000. Lalu, bagaimana proses terjadinya perdagangan antarpulau? Apa manfaat dari perdagangan antarpulau? Coba amati gambar berikut.

Setelah kalian mengamati gambar bongkar muat pengangkutan barang dagangan dari pulau lain, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini.

Aktivitas Individu

a.       Perhatikan gambar di atas dengan seksama.

b.      Jawablah beberapa pertanyaan di tabel dan tuliskan jawabanmu pada lembar yang telah disediakan.

Lembar Aktivitas Siswa

No Pertanyaan Jawaban
1 Kegiatan apakah yang dilakukan oleh orang-orang pada gambar tersebut?
2 Ceritakan proses terjadinya perdagangan antarpulau/daerah
3 Apa tujuan mereka melakukan kegiatan perdagangan antardaerah/ antarpulau?
4 Apa manfaat melakukan perdagangan antarpulau/daerah?

Apakah kalian sudah mengerjakan aktivitas individu pada tabel di atas? Jika sudah, untuk mengetahui kebenaran jawaban kalian, simak uraian materi berikut.

b.      Tujuan Perdagangan Antarpulau

Pada saat ini, perdagangan antardaerah atau antarpulau tidak lagi dengan cara tradisional, walaupun masih ada beberapa wilayah yang masih mempertahankan cara tradisional. Jual beli online telah memudahkan masyarakat untuk melakukan perdagangan lintas daerah, bahkan lintas negara. Dengan bantuan: alat komunikasi; jasa kirim; serta internet, jarak bukan lagi masalah. Perdagangan antarpulau dilakukan oleh beberapa pelaku ekonomi dengan beberapa tujuan. Tujuan adanya perdagangan antarpulau antara lain adalah sebagai berikut.

1)      Memperoleh Keuntungan

Tujuan utama dilakukan perdagangan antarpulau adalah untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan, diperoleh dari selisih antara harga beli dengan harga jual. Jika barang yang diproduksi sendiri, maka keuntungan, diperoleh dari selisih antara harga jual dan biaya produksi.

2)      Memperluas Jangkauan Pasar

Perdagangan sampai ke luar daerah atau luar pulau, dapat memperluas jangkauan pasar. Jangkauan pasar yang dimaksud adalah jumlah konsumen yang mengonsumsi barang tersebut semakin banyak dan tersebar diberbagai daerah. Contohnya: produk minyak gosok tradisional dari daerah X dijual ke daerah Y. Maka, sekarang pengguna minyak gosok tersebut bukan hanya penduduk daerah X, tetapi juga penduduk daerah Y. Semakin lama, minyak gosok semakin dikenal banyak orang, sehingga pengguna minyak gosok tradisional di daerah Y pun juga meningkat.

c.       Faktor Pendorong dan Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

1)      Faktor Pendorong Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

a)      Perbedaan Faktor Produksi yang Dimiliki

Faktor pendorong perdagangan antardaerah, antara lain: perbedaan faktor produksi yang dimiliki, terutama faktor produksi alam. Daerah Kabupaten Wonosobo Jateng, dengan tanah yang subur lebih mungkin memproduksi sayur mayur lebih banyak dan menjualnya sampai ke luar daerah dibandingkan, misalnya, daerah Gunung Kidul Yogyakarta.

b)      Perbedaan Tingkat Harga Antardaerah

Selain perbedaan kekayaan alam, perbedaan tingkat harga antardaerah juga mendorong terciptanya perdagangan antardaerah. Contoh: di daerah yang kaya akan buah durian, harga durian pasti lebih murah dari daerah lain yang hanya sedikit memiliki pohon penghasil durian. Hal ini juga akan mendorong adanya perdagangan antardaerah.

2)      Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

Manfaat dari perdagangan antarpulau/antardaerah, antara lain adalah:

a)      Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen

Manfaat dari perdagangan antardaerah atau antarpulau, antara lain: menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen. Perbedaan kandungan alam serta perbedaan produk antardaerah, akan menyebabkan barang hasil produknya pun berbeda. Dengan adanya perdagangan antardaerah atau antarpulau, konsumen dapat menikmati produk yang tidak diproduksi di tempat tinggalnya.

b)      Meningkatkan produktivitas

Pemasaran produk yang makin meluas, akan menyebabkan permintaan atau pemesanan terhadap produk menjadi meningkat. Hal ini akan mendorong produsen untuk meningkatkan produksi sehingga meningkatkan produktivitas.

c)      Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat

Peningkatan jumlah barang yang diproduksi dalam jumlah besar, akan menyebabkan produsen butuh tenaga kerja tambahan, sehingga akan ada lowongan kerja tambahan. Selain itu, perdagangan lintas daerah juga akan memunculkan unit-unit usaha baru, seperti: jasa kirim; perluasan transportasi; dan sebagainya.

Wawasan

Perdagangan antardaerah atau antarpulau sudah dimulai sejak zaman nenek moyang kita. Di Pulau Jawa telah berkembang beberapa pusat perdagangan. Selain itu, di Indonesia bagian tengah maupun timur juga berkembang kerajaan dan pusat-pusat perdagangan. Perdagangan yang dilakukan, telah meluas ke seluruh penjuru Nusantara.

INTERAKSI KERUANGAN DALAM KEHIDUPAN DI NEGARA-NEGARA ASEAN

Mengenal Negara-negaran ASEAN

ASEAN (Association of South East Asian Nations) beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 atas prakarsa Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

Sekarang ini ASEAN beranggotankan 10 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

Lihat video berikut.

1. Letak Geografis Negara-Negara ASEAN

Letak geografis adalah letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi dibandingkan dengan daerah lainnya.

Letak Geografis ASEAN
Letak geografis wilayah Asia Tenggara berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra yaitu  Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

  • Batas sebelah utara adalah Tingkok.
  • Batas sebelah selatan adalah Samudra Hindia, Timor Leste dan Australia.
  • Batas sebelah barat adalah Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan Anak Benua India.
  • Batas sebelah timur adalah Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Secara geografis ASEAN terletak diantara samudra Pasifik dan Hindia serta benua Asia dan Australia. Dengan ciri-ciri:

Compact: berbentuk menyerupai lingkaran.

Fragmented: berbentuk kepulauan yang terpisah-pisah.

Elongated: memanjang

Protruded:  kompleks dan beragam

Letak koordinat adalah titik yang berpedoman pada garis lintang dan garis bujur suatu daerah pada peta. Letak koordinat disebut juga letak astronomis. Secara astronomis ASEAN terletak antara 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT. Dengan demikian negara-negara di ASEAN subtropis dan tropis.

Karakteristik masing-masing anggota ASEAN

Indonesia

Letak Geografis Indonesia antara samudra pasifik dan Hindia serta benua Australia dan Asia,

Astronomisnya antara 95º BT–141º BT dan antara 6º LU–11º LS, bedasarkan letak lintangnya maka Indonesia beriklim tropis.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar, dengan jumlah pulau 13. 466 buah, luas daratan 1.922.570 km persegi dan luas perairan 3.257.483 km persegi.

Indonesia memiliki relief yang beraneka ragam bentuknya.

Indonesia memiliki dua deretan pegunungan besar, yaitu Sirkum Pasifik, melalui Sulawesi, Maluku, Irian, dan Halmahera.

Sirkum Mediterania, yang meliputi dua jalur/busur, yaitu busur dalam yang bersifat vulkanis dan busur luar yang nonvulkanis.

Puncak Cartenz yang ada di Gunung Jaya Wijaya di Papua, dengan ketinggian 4.484 meter merupakan relief paling tinggi di Indonesia.

Dataran tinggi atau plateu  yang terkenal, antara lain Dieng, Magelang, Malang, dan dataran tinggi Bandung.

Dataran rendah adalah bagian permukaan bumi yang tanahnya hampir rata. Ketinggiannya 0–200 meter dari permukaan air laut (mdpal).

Daerah berelief kasar karena adanya tenaga dari luar bumi/eksogen berubah menjadi relatif datar disebut peneplain.

Sedangkan sisa-sisa permukaan bumi hasil erosi yang berbentuk batuan yang menonjol yang disebut monadnock.

Ada lagi yang disebut Depresi, yaitu bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan.

Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan: laut, sungai, danau, air tanah

Brunei Darusalam

Secara atronomis antara 114º BT–115º BT dan antara 4º LU–6º LU, sehingga beriklim tropis.

Negara Brunei Darussalam terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan bagian timur. Bagian barat meliputi daerah Tutong, Belait, dan Brunei. Bagian timur adalah daerah Temburong.

Flora : meranti merah, dan meranti kuning.

Fauna : fauna yang ada di Brunai Darussalam termasuk fauna Asiatik yaitu elang laut putih, bekantan, trenggiling, tarsir

Filipina

Filipina berbatasan dengan samudra pasifik, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi dan Laut Sulu.

Letak atronomisnya antara 117º BT–126º BT dan antara 5º LU–21º LU, dilihat dari letak lintangnya, maka Filipina beriklim tropis.

Filipina termasuk negara kepulauan, dengan jumlah pulau 7.107 buah.

Bentang alam yang menonjol adalah Gunung Apo dengan ketinggian 2.954 m.

Di Filipina terdapat tempat penelitian padi terbesar di Asia tenggara yang didirikan oleh IRRI (International Rice Research Institute).

Kamboja

Kamboja terletak pada 10º LU-15º LU dan 102º BT–108º BT, dengan wilayah seluas 181.300 km².

Berdasarkan letak lintangnya, wilayah Kamboja beriklim tropis.

Bagian utara Kamboja berbatasan dengan Thailand dan Laos, Timur dengan Vietnam, Selatan dengan Laut Cina Selatan dan Barat dengan Thailand.

Sungai terpenting di Kamboja adalah sungai Mekong sepanjang 500
kilometer.

Perang yang berkepanjangan menyebabkan produksi dari sektor pertanian mengalami penurunan.

Materi IPS Kelas 8 Bab 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Laos

Letak astronomis Laos 14º LU–22º LU dan 100º BT–107º BT. Laos beriklim tropis, hal ini terlihat dari letak lintangnya.

Laos sebelah barat berbatasan dengan Thailand dan Birma, sebelah timur Vietnam, Utara dengan Tiongkok dan Vietnam, dan selatan dengan Kamboja.

Seperti halnya Indonesia, Laos juga memiliki 3 musim yaitu kemarau, penghujan dan pancaroba.

Laos merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akses jalan masuk ke wilayahnya tanpa melalui laut.

Sungai Mekong merupakan sungai terpenting dari negara Laos, yang memiliki panjang ± 1.800 kilometer.

Laos adalah satu dari beberapa negara komunis yang masih tersisa di dunia, sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan politik dunia.

Malaysia

Terletak di antara 1ºLU–7ºLS, dan antara 100ºBT–120ºBT, dengan iklim tropis.

Malaysia berbatasan dengan Laut Cina Selatan, Indonesia, Selat Singapura, Singapura, Selat Malaka, dan Thailand.

Wilayah Malaysia terdiri atas dua daerah yang berada pada dua pulau yang berbeda. Malaysia bagian barat terletak di Semenanjung Malaka , dan Malaysia bagian Timur ada di Kalimantan Utara.

Puncak tertinggi adalah Gunung Tahan yaitu dengan ketinggian 2.189 m. sedangkan di bagian timur terdapat puncak Gunung Kinabalu.

Materi IPS Kelas 8 Bab 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Myanmar

Secara astronomis, Myanmar terletak antara 11ºLU–28ºLU dan 92ºBT–101ºBT. berdasarkan letak lintangnya negara Myanmar beriklim tropis dan sebagian wilayahnya beriklim subtropis.

Luas wilayah Myanmar 678.036 km. Dengan batas sebelah utara dengan Tiongkok, selatan dengan Laut Andaman.

Sedangkan bagian barat dengan Teluk Benggala, dan sebelah timur dengan Laos dan Thaliand.

Singapura

Negara ini terletak pada 1º11’ LU – 1º27’LU dan 103º39’BT – 104º5’BT. Dan berbatasan dengan Selat Johor di sebelah barat dan sebelah utara, serta Selat Singapura di sebelah timur dan selatan.

Berdasarkan letak lintangnya, beriklim tropis. Keadaan alam pada umumnya relatif datar.

Sungai-sungai yang ada pendek-pendek dan turun dari dataran tinggi yang curam. Yang dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dan irigasi.

Thailand

Terletak diantara 6° LU–21° LU dan 97°BT–106°BT. Dengan batas wilayah sebelah utara Myanmar dan Laos, sebelah selatan Malaysia.

Sedangkan batas wilayah sebelah barat Myanmar dan imur Kamboja dan Laos.

Negara ini beriklim tropis, hal ini terlihat dari posisi garis lintangnya.

Sungai terpenting di Thailand antara lain Chao Phraya, Pasak, Chi, Mun, Ping, Wang, Yom, Nan.

Wilayah paling utara Thailand dijuluki sebagai Golden Triangle (segitiga emas), dan merupakan salah satu penghasil opium terbesar di dunia.

Vietnam

Secara astronomis, Vietnam terletak antara 23° LU–9° LU dan 105° BT–109° BT. Luas wilayahnya adalah 513.120 km²

Daerah bagian utara beriklim sedang dan di daerah bagian selatan iklimnya tropis.

Titik tertinggi berada di Puncak Fansipan (3.143 m). Sedangkan  Sungai utama adalah Mekong dan Merah.

Lihat video berikut.

Interaksi Antarnegara-negara ASEAN

Faktor pendorong

Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam

Kesamaan dan perbedaan wilayah

Faktor penghambat

Perbedaan Ideologi

Konflik dan peperangan

Kebijakan protektif

Perbedaan kepentingan

Bentuk-Bentuk Kerja Sama di Bidang:

Sosial dan Budaya

Politik dan Keamanan

Pendidikan

Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap Kehidupan di Negara-Negara ASEAN

Akibat Faktor Alam

Geologi

Ketersediaan Sumber Daya Alam

LATIHAN

Untuk latihan/ tugas down load di sini.

Belajar Sejarah

Bagi anak, sejarah kerap dianggap tidak menarik karena ia tidak terlibat dalam kejadian yang tercatat di dalam buku-buku itu. “Kenapa sih aku harus tahu siapa itu Alexander the Great? Dia khan bukan saudaraku! Dia juga berasal dari Macedonia, jauh banget!” Pernahkah kalimat semacam itu terlontar dari anak Anda? Jika pernah dan Anda tidak bisa menjawab pertanyaan si kecil, penjelasan di bawah ini bisa Anda jadikan pegangan agar pelajaran sejarah jadi mengasikkan.

Seberapa Penting?
Sejarah tidak hanya membicarakan perang, kemerdekaan, atau sekadar tanggal-tanggal yang harus dihapalkan. Pelajaran sejarah cukup kompleks untuk dicerna anak-anak karena sejarah selalu mempunyai konteks dan waktu. Selain keharusan menghapal, kehilangan konteks dengan kekinian membuat pelajaran sejarah di sekolah membosankan anak-anak. Guru terbiasa mengajarkan peristiwa masa lalu tanpa membuatnya terkait dengan kejadian masa kini yang dimengerti anak.

Anda perlu menumbuhkan keingintahuan dan ketertarikan anak terhadap masa lalu dengan cara menjelaskan keterkaitannya dengan zaman sekarang. Kaitkan cerita sejarah dengan sesuatu yang disukainya. Misalnya, ketika Anda sekeluarga sedang menonton film televisi di rumah, Anda bisa membuka percakapan dengan, “Sekarang kita bisa nonton televisi pakai layar LCD. Dulu, waktu mama masih seumur adek, televis masih hitam putih dan belum ada remote control.” Dari pembicaraan santai itu, anak bisa saja bertanya tentang penemu televisi, sejak kapan televisi menjadi berwarna, kapan pertama kali televisi masuk ke Indonesia, dan sebagainya.

Agar tidak kewalahan, orang tua yang menerapkan metode homeschooling atau yang sering membantu si kecil menyelesaikan PR-nya, perlu banyak membaca referensi sejarah ketika si kecil mulai penasaran. Anda pasti tertarik dengan cerita sejarah dan lebih berminat mengajarkannya kepada anak ketimbang mengajarkannya matematika, bukan?

Sejarah Keluarga
Mengenalkan anak tentang asal-usul dirinya akan sangat bermanfaat. Ia dapat mengenal sosok kakek buyut walau tak pernah bertatap muka, mencontoh ketekunan nenek yang bekerja sebagai perajin batik, atau terinspirasi menjadi pilot setelah berkenalan dengan kakak sepupu ayah. Ajak ia membuat pohon silsilah keluarga dan biarkan ia takjub melihat kenyataan bahwa ia terhubung dengan begitu banyak manusia. Buat ia mengetahui riwayat, karakter, hobi, pengalaman, bahkan hal-hal yang tidak disukai masing-masing kerabat.

Begitu banyak yang bisa dipetik si kecil dari pengalaman orang-orang di sekitarnya. Hal itu bisa ia manfaatkan untuk membentuk karakter dan memperkaya wawasan. Tentu saja, keterlibatan Anda sangat diperlukan. Jangan sampai ia justru menyerap tabiat atau pengalaman buruk dan melupakan nilai-nilai terpuji yang ditanamkan dalam keluarga.

Media Lain yang Bisa Membantu
Anak pasti sangat tertarik dengan komik. Sadarkah Anda bahwa komik bisa membuka pengetahuannya tentang sejarah. Sebut saja komik sepanjang masa seperti Serial Petualangan Tin-Tin atau Asterix. Tin-Tin akan mengajak anak bertualang ke Tibet , Amerika, Rusia, Mesir, dan banyak negara lainnya dengan latar sejarah yang amat kental. Sementara kisah fiksi kocak Asterix dan Obelix membawa anak kembali ke zaman kejayaan Romawi. Baru-baru ini, trilogi Kartun Riwayat Peradaban karya Larry Gonick terbit dalam Bahasa Indonesia. Jangan membayangkan penjelasan rumit yang bisa membuat dahi anak berkerut karena komik ini tampil seperti layaknya sebuah komik: ringan dan menghibur. Teori Ledakan Besar (Big Bang) hingga kemunculan era Renaissance, disajikan dengan bumbu humor yang mengundang tawa.

untuk tugas silahkan download disini

Latihan : disini